Prabowo Resmikan Pabrik Baterai Senilai Rp19,4 Triliun di Karawang

Nasional36 Views

GueBerita.com – Presiden terpilih Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan operasional pabrik baterai kendaraan listrik Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara MIND ID, Indonesia Battery Corporation, dan konsorsium CBL yang terafiliasi dengan CATL dari Tiongkok. Total nilai investasinya mencapai sekitar USD 1,1 miliar atau setara dengan Rp19,4 triliun.

Hingga saat ini, progres pembangunan pabrik baterai ini dilaporkan sudah mencapai sekitar 90 persen. Pabrik ini ditargetkan untuk mulai beroperasi secara komersial pada akhir Juli 2026.

Pembangunan pabrik CATIB di Karawang ini merupakan bagian penting dari agenda hilirisasi nikel di Indonesia. Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem energi baru terbarukan di dalam negeri.

Tahap awal fasilitas CATIB ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 6,9 gigawatt jam (GWh). Kapasitas ini akan digunakan untuk memproduksi berbagai jenis baterai.

Teknologi yang akan digunakan mencakup baterai nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP). Proporsi produksi LFP diperkirakan akan mendominasi, mencapai sekitar 80 persen dari total produksi.

Baca juga: Panduan Lengkap Puasa Dzulhijjah: Niat Tarwiyah, Arafah, Ayyamul Bidh, dan Tips Amalan

Sementara itu, baterai jenis NMC akan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang memerlukan densitas energi lebih tinggi. Hal ini menunjukkan fleksibilitas produksi pabrik untuk berbagai segmen pasar.

Baterai LFP yang menjadi produk utama dari pabrik di Karawang ini tidak hanya ditujukan untuk kendaraan listrik. Baterai ini juga diproyeksikan akan mendukung sistem penyimpanan energi skala besar.

Contohnya, baterai LFP ini dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Ini akan berkontribusi pada stabilitas jaringan energi terbarukan.

Kehadiran kapasitas produksi LFP dalam negeri diharapkan mampu memperkuat stabilitas jaringan energi terbarukan di Indonesia. Hal ini juga akan mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih.

Indonesia Battery Corporation menargetkan pasar ekspor Eropa untuk produk baterai berbasis NMC. Produk NMC dinilai sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan listrik yang berkembang pesat di kawasan tersebut.