Jenazah Ditemukan Setelah Tiga Hari Pencarian di Blitar

News14 Views

GueBerita.com – Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) yang dilakukan oleh tim gabungan di Kabupaten Blitar telah resmi ditutup setelah berhasil menemukan jenazah seorang korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Brantas.

Jenazah korban ditemukan pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 11.20 WIB, menandai akhir dari upaya pencarian intensif yang telah berlangsung selama tiga hari penuh.

Korban yang berhasil diidentifikasi adalah Isnaini, seorang warga berusia 50 tahun yang berasal dari daerah setempat. Ia dilaporkan hilang setelah tenggelam di aliran Sungai Brantas.

Baca juga: Penyanyi Harry Styles Respons Dukungan Palestina di Konser

Penemuan jenazah Isnaini terjadi di lokasi yang cukup jauh dari titik awal ia dilaporkan tenggelam. Jarak penemuan jenazah tersebut diperkirakan mencapai 16,9 kilometer dari lokasi kejadian awal di aliran Sungai Brantas.

Proses pencarian sendiri telah dimulai sejak laporan mengenai hilangnya korban diterima. Operasi SAR secara resmi diluncurkan pada hari pertama setelah kejadian tenggelam tersebut dilaporkan.

Setelah tiga hari penuh tim SAR melakukan penyisiran di berbagai area, barulah pada hari ketiga, tepatnya Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 11.20 WIB, jenazah korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan.

Upaya pencarian ini dilaporkan tidak berjalan mulus dan dihadapkan pada berbagai kendala yang cukup signifikan. Salah satu kendala utama adalah pelaksanaan operasi pada malam hari di hari pertama pencarian, yang sangat terhambat oleh minimnya penerangan di area sungai.

Selain itu, kondisi arus Sungai Brantas yang cukup deras serta luasnya wilayah yang perlu disisir juga menjadi tantangan tersendiri. Hal ini memaksa tim SAR untuk melakukan penyisiran di area yang sangat panjang dan menerapkan berbagai metode pencarian yang efektif.

Nanang Sigit P.H., yang menjabat sebagai Search Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan cermat. Tim menyisir setiap jengkal aliran Sungai Brantas dengan melibatkan berbagai elemen potensi SAR yang ada.

Dalam pelaksanaannya, tim SAR gabungan menggunakan berbagai sarana, termasuk perahu karet, untuk melakukan penyisiran di atas air. Mereka juga mengerahkan Tim SAR Unit (SRU) air untuk menyisir langsung aliran sungai, serta SRU darat yang bertugas memantau pergerakan dan area sepanjang bantaran sungai.

Pada hari kedua pencarian, sebanyak dua SRU air dikerahkan secara aktif untuk menyisir aliran sungai secara lebih mendalam. Sementara itu, pada hari ketiga, satu SRU air melanjutkan tugas penyisiran untuk memastikan tidak ada area yang terlewatkan dalam upaya pencarian jenazah korban.