GueBerita

Portal Berita Terkini, Viral & Informasi Hari Ini

Vietnam Bangun Komputer Kuantum Pertama Gandeng Quandela-Quanova

Avatar photo

GueBerita.com – Vietnam kini menatap masa depan teknologi dengan langkah ambisius melalui kolaborasi strategis di sektor komputasi kuantum. Negara ini secara resmi menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi asal Prancis, Quandela, untuk menghadirkan perangkat komputasi kuantum fotonik pertama di tanah air mereka, sebuah langkah yang didukung penuh oleh Quanova dan Nam A Bank.

Langkah ini diumumkan secara formal di Ho Chi Minh City pada 21 Oktober 2026. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis yang sebelumnya telah disepakati antara kedua perusahaan dalam forum pemimpin Vietnam dan Prancis yang berlangsung di Paris.

Mengenal MosaiQ sebagai Jantung Inovasi

Sebagai inti dari kerja sama ini, sistem yang dipilih untuk diimplementasikan adalah MosaiQ. Ini merupakan komputer kuantum berbasis fotonik besutan Quandela yang dirancang untuk memberikan performa komputasi tingkat tinggi. Menurut laporan The Quantum Insider pada 23 Oktober 2026, perangkat ini akan ditempatkan di Quang Trung University (QTU) yang berlokasi di Quy Nhon, Gia Lai.

Pemilihan teknologi fotonik ini menunjukkan arah Vietnam dalam mengejar ketertinggalan di bidang teknologi masa depan. Berbeda dengan komputer konvensional yang mengandalkan bit, komputer kuantum menggunakan qubit yang memungkinkan pemrosesan data jauh lebih cepat untuk simulasi kompleks, enkripsi, dan riset material tingkat lanjut.

Membangun Ekosistem Kuantum dari Akarnya

Proyek ini tidak sekadar berfokus pada pengadaan perangkat keras semata. Para mitra memiliki visi jangka panjang untuk membangun ekosistem riset yang komprehensif bagi tenaga ahli lokal di Vietnam. Beberapa agenda utama yang disiapkan meliputi:

  • Penyusunan kurikulum khusus mengenai komputasi kuantum di tingkat universitas.
  • Pelatihan intensif bagi para dosen dan tenaga pengajar agar mampu mengoperasikan sistem terbaru.
  • Pemberian akses luas terhadap perangkat lunak komputasi kuantum bagi para peneliti.
  • Pembentukan Quantum Experience Center sebagai pusat inovasi dan kolaborasi teknologi.
  • Peluncuran Quantum Innovator Residency Program yang menargetkan mahasiswa, peneliti, dan pelaku kewirausahaan.

Melalui Quantum Innovator Residency Program, diharapkan akan lahir talenta-talenta lokal yang mampu mengoptimalkan teknologi ini. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan para akademisi dengan praktisi industri, sehingga hasil riset dapat diimplementasikan menjadi solusi nyata bagi kebutuhan pasar.

Dukungan Sektor Finansial dan Dampak Regional

Keterlibatan Nam A Bank dalam proyek ini memberikan dimensi baru pada pengembangan teknologi di Vietnam. Dukungan dari sektor perbankan menunjukkan bahwa komputasi kuantum dipandang sebagai aset strategis yang memiliki potensi besar di masa depan, bahkan di sektor finansial sekalipun.

Kemitraan antara Quandela dan Quanova juga menjadi simbol penguatan hubungan bilateral antara Prancis dan Vietnam dalam bidang teknologi tingkat lanjut. Dengan adanya infrastruktur ini, Vietnam diposisikan untuk menjadi salah satu pemain kunci dalam pengembangan ekosistem kuantum di kawasan Asia Tenggara.

Namun, para pengamat teknologi menilai bahwa keberhasilan proyek ini akan sangat bergantung pada efektivitas implementasi jangka panjang. Hal tersebut mencakup keberhasilan instalasi perangkat MosaiQ, konsistensi pelaksanaan kurikulum pendidikan, serta sejauh mana hasil riset lokal dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi nasional.

Langkah Vietnam ini menjadi pengingat bahwa perlombaan dalam menguasai teknologi kuantum telah dimulai. Investasi pada sumber daya manusia dan infrastruktur riset saat ini akan menentukan posisi sebuah negara dalam peta persaingan teknologi global di dekade mendatang. (*)

Avatar photo