GueBerita.com – Memasuki usia 39 tahun, Duri Sanlina kini tengah berjuang menapaki kembali jenjang karier profesional setelah enam tahun memilih fokus menjadi ibu rumah tangga (IRT). Langkahnya membawa ia ke sebuah ajang job fair, sebuah upaya nyata untuk kembali mandiri secara finansial.
Duri bukanlah orang baru di dunia kerja. Sebelum pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020, ia sempat meniti karier sebagai pramusaji di sebuah restoran. Namun, krisis kesehatan global saat itu memaksa tempatnya bekerja untuk menutup operasional, yang berujung pada pemutusan hubungan kerja bagi dirinya dan rekan-rekan sejawatnya.
Berbekal dokumen lamaran yang lengkap, warga asal Meruya, Jakarta Barat ini menyambangi lokasi bursa kerja dengan optimisme tinggi. Ia berharap dapat menemukan peluang yang sesuai dengan kompetensinya. Baginya, langkah ini menjadi krusial setelah sekian banyak surat lamaran dan daftar riwayat hidup (CV) yang ia kirimkan secara daring belum membuahkan hasil panggilan wawancara.
“Terakhir kerja tahun 2020. Sekarang harapan (pekerjaan) apa saja yang penting saya kerja,” ungkap Duri saat ditemui di lokasi.
Di tengah kerumunan pelamar yang didominasi oleh generasi lebih muda, Duri tidak membiarkan rasa canggung menghalangi langkahnya. Ia aktif menelusuri setiap stan perusahaan, mempelajari kriteria yang dibutuhkan, dan sigap menyerahkan dokumen lamarannya kepada perusahaan yang membuka peluang.
Menakar Tantangan Usia dan Kualifikasi
Pengalaman Duri selama bekerja di sektor pelayanan makanan memberikan bekal keterampilan praktis, terutama dalam hal melayani pelanggan dan memasak. Ia berharap keahlian tersebut menjadi nilai tambah di mata perekrut. Meski demikian, ia mengakui adanya hambatan nyata terkait batasan usia yang ditetapkan oleh banyak perusahaan.
Secara umum, banyak lowongan pekerjaan yang mencantumkan batas usia maksimal antara 28 hingga 30 tahun. Hal ini sempat menimbulkan rasa kecil hati. Namun, Duri merasa sedikit lebih lega saat mendapati bahwa ajang bursa kerja kali ini masih menyediakan ruang bagi pelamar di bawah usia 40 tahun.
“Kalau bisa enggak ada batas usia dalam syarat pekerjaan, soalnya kan yang butuh itu enggak yang muda doang,” tambahnya.
Selain kendala usia, ia juga menyoroti persyaratan penampilan fisik, khususnya untuk posisi Sales Promotion Girl (SPG). Menurut Duri, kombinasi antara syarat usia muda, penampilan menarik, namun tetap menuntut pengalaman kerja yang mumpuni, menjadi tantangan tersendiri bagi para pencari kerja di kelompok usianya.
Meskipun menyadari tantangan yang ada, Duri tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia melihat proses ini sebagai bagian dari perjuangan untuk kembali berkontribusi bagi ekonomi keluarga. Dengan semangat yang terjaga, ia berharap salah satu dari sekian banyak perusahaan yang ia lamar akan memberikan kesempatan baginya untuk kembali berkarya.
Peristiwa ini menjadi cerminan dari dinamika pasar tenaga kerja saat ini, di mana para pencari kerja dengan rentang usia matang harus beradaptasi dengan kriteria rekrutmen yang kompetitif. Bagi Duri, bursa kerja bukan sekadar tempat mencari lowongan, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa pengalaman dan dedikasi tetap memiliki tempat di dunia kerja modern.






