Perut Buncit Berisiko Fatty Liver di Usia Produktif, Pakar IPB University Tekankan Perubahan Gaya Hidup

Lifestyle10 Views

GueBerita.com – Perlemakan hati atau fatty liver, yang kini dikenal sebagai MASLD, semakin banyak ditemukan pada usia produktif, terutama di kalangan usia 30-an. Dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, MSc, seorang pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKGiz) IPB University, memberikan peringatan serius mengenai penyakit ini.

Menurut Dr. Widya, MASLD merupakan silent killer yang berkembang tanpa gejala klinis yang jelas. Namun, dampaknya bisa sangat merusak, bahkan memicu kerusakan hati permanen jika tidak ditangani dengan segera.

Penting untuk dicatat bahwa kondisi ini tidak hanya mengintai individu yang mengalami obesitas. Orang dengan berat badan normal pun tetap memiliki risiko tinggi terkena MASLD. Faktor-faktor seperti perut buncit atau obesitas sentral, resistensi insulin, serta pola hidup yang cenderung pasif merupakan pemicu yang signifikan.

Dalam menghadapi MASLD, Dr. Widya menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai metode paling efektif. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bergantung pada solusi instan seperti obat detoks atau suplemen yang belum tentu terbukti secara ilmiah.

Untuk mencegah dan mengatasi MASLD, masyarakat diimbau untuk mengadopsi lima kebiasaan sehat berikut:

1. Turunkan Berat Badan: Upayakan penurunan berat badan secara bertahap, sekitar 5–10% dari total berat badan. Langkah ini sangat efektif untuk mengurangi tumpukan lemak di hati dan meredakan peradangan.

2. Batasi Gula Cair: Kurangi konsumsi minuman manis seperti kopi susu, boba, teh manis, dan soda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar konsumsi gula bebas tidak melebihi 10% dari total energi harian.

3. Pola Makan Seimbang: Terapkan pola makan yang seimbang dengan membagi piring makan. Setengah porsi sebaiknya diisi dengan sayur dan buah, seperempat porsi untuk protein, dan seperempat sisanya untuk karbohidrat. Batasi pula konsumsi makanan gorengan dan makanan olahan (ultra-processed).

4. Rutin Bergerak: Lakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu. Ini setara dengan sekitar 30 menit per hari, lima kali seminggu. Tambahkan juga latihan beban sebanyak dua kali seminggu untuk hasil yang optimal.

5. Cek Kesehatan Berkala: Lakukan pemantauan rutin terhadap lingkar perut, berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, dan fungsi hati. Deteksi dini sangat krusial dalam penanganan MASLD.

Pencegahan Sejak Dini

Pencegahan MASLD sebaiknya dimulai sejak usia dini. Berikut adalah rekomendasi skrining dan kebiasaan yang perlu diterapkan pada berbagai kelompok usia:

1. Anak-anak (9–11 tahun): Skrining disarankan bagi anak yang mengalami obesitas atau memiliki riwayat keluarga dengan MASLD. Biasakan anak untuk aktif bergerak di luar ruangan, batasi waktu layar (screen time), dan kurangi konsumsi makanan manis.

2. Remaja & Dewasa Muda: Penting untuk membatasi konsumsi makanan cepat saji, menghindari kebiasaan begadang, dan mengelola stres dengan baik. Mulailah untuk rutin memantau indikator kesehatan sebelum memasuki usia 40 tahun untuk mencegah perkembangan MASLD di kemudian hari.