Mapolres Sumba Barat Diserang: TNI Dikerahkan Redam Konflik

News40 Views

GueBerita.com – Stabilitas keamanan di wilayah Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat mengalami guncangan serius menyusul aksi massa yang menyasar Mapolres Sumba Barat pada Selasa, 15 September 2026. Ketegangan dipicu oleh insiden yang menimpa seorang warga lokal bernama Jowa Tana saat proses penegakan hukum oleh pihak kepolisian.

Menyikapi situasi yang memanas, otoritas keamanan mengambil langkah cepat dengan menerjunkan personel gabungan. Puluhan prajurit TNI dari Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi dikerahkan ke lokasi untuk membantu Polres Sumba Barat dalam memulihkan ketertiban umum serta melakukan pengamanan di titik-titik krusial.

Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, dalam keterangan persnya di Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, menjelaskan bahwa pengerahan pasukan ini merupakan respons atas permintaan pihak kepolisian. Pendekatan yang ditekankan oleh TNI dalam operasi ini bersifat persuasif dan komunikatif guna meredam eskalasi konflik di tengah masyarakat.

“Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujar Kolonel Inf Amrizal Nasution.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini berakar dari upaya penindakan hukum oleh Satreskrim Polres Sumba Barat terhadap Jowa Tana, warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian ternak. Saat petugas mendatangi kediamannya pada Selasa pagi, Jowa dilaporkan melakukan perlawanan dengan senjata tajam jenis parang sebelum akhirnya melarikan diri.

Dalam proses pengejaran, petugas kepolisian sempat melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara. Namun, karena target tetap berupaya kabur, petugas melepas satu tembakan terukur ke arah kaki untuk melumpuhkan. Sayangnya, pergerakan korban yang tidak terduga saat berlari menyebabkan tembakan tersebut mengenai bagian bahu kanan.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong. Kematian Jowa memicu kemarahan pihak keluarga dan warga sekitar yang kemudian membawa jenazah mendatangi Mapolres Sumba Barat pada Selasa sore, yang berujung pada aksi perusakan fasilitas kantor polisi.

Langkah Pemulihan Keamanan

Upaya mediasi sempat dilakukan oleh tokoh masyarakat dan kepala desa, namun belum membuahkan hasil hingga situasi kembali memanas. Kehadiran personel TNI yang diperkuat oleh unsur Brimob dari Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya kemudian menjadi penyeimbang di lapangan.

Selain mengamankan Mapolres, prajurit TNI juga berperan dalam mengawal proses pemulangan jenazah Jowa Tana dari Mapolres menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan prosesi duka berjalan dengan tertib dan meminimalisir potensi gangguan keamanan lanjutan.

Hingga saat ini, aparat gabungan TNI dan Polri masih bersiaga di lapangan untuk memantau perkembangan situasi. Pihak TNI menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui koridor hukum yang berlaku.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana. Fokus utama saat ini adalah menjaga kondusivitas wilayah Sumba Barat dengan mengedepankan komunikasi dan menahan diri dari segala bentuk aksi anarkis.