GueBerita.com — Bulan Muharram memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam penanggalan Islam. Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan haram yang sangat dimuliakan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Di dalam bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang dilarang oleh agama.
Di antara sekian banyak hari yang ada di bulan Muharram, tanggal 10 Muharram, yang lebih dikenal sebagai Hari Asyura, merupakan momen yang paling dinanti. Meskipun puasa Asyura sudah sangat populer di kalangan umat Islam sebagai amalan sunnah, masih banyak yang belum sepenuhnya memahami makna mendalam, hikmah, serta keutamaan besar yang terkandung di balik peringatan hari suci ini.
Mengenal Asal-usul Hari Asyura
Secara etimologis, kata “Asyura” berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti “sepuluh”. Penamaan ini merujuk langsung pada tanggal peringatannya, yaitu tanggal 10 Muharram.
Sejarah mencatat bahwa momentum ini bermula ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah ke Kota Madinah. Setibanya di sana, beliau mendapati penduduk Yahudi Madinah sedang menjalankan ibadah puasa. Puasa yang mereka lakukan tersebut ternyata merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas keselamatan yang diterima oleh Nabi Musa AS beserta kaumnya, Bani Israil, ketika berhasil lolos dari kejaran pasukan Firaun.
Mengetahui hal ini, Rasulullah SAW bersabda bahwa umat Islam lebih berhak untuk mengikuti ajaran dan tradisi Nabi Musa AS. Oleh karena itu, beliau menganjurkan umatnya untuk turut melaksanakan puasa Asyura. Sejak saat itulah, puasa Asyura menjadi salah satu ibadah sunnah yang memiliki ganjaran pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.
5 Keutamaan Penting Hari Asyura yang Jarang Disadari
1. Menghapus Dosa Kecil Setahun Lalu: Berdasarkan sabda Rasulullah SAW, umat Islam yang melaksanakan puasa pada Hari Asyura memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kecil yang telah mereka perbuat selama setahun sebelumnya. Namun, para ulama memberikan catatan penting bahwa keutamaan ini dikhususkan untuk dosa-dosa kecil. Untuk dosa besar, tetap diperlukan taubat nasuha (taubat yang sungguh-sungguh).
2. Momen Refleksi Pertolongan Allah kepada Nabi Musa AS: Tanggal 10 Muharram adalah saksi sejarah atas runtuhnya kesombongan Firaun. Dengan mukjizat dari Allah SWT, laut terbelah sehingga Nabi Musa AS dan para pengikutnya dapat menyeberang dengan selamat. Sebaliknya, musuh-musuh mereka tenggelam. Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa pertolongan Allah senantiasa hadir bagi hamba-Nya yang beriman.
3. Waktu Terbaik Memperbanyak Amal Saleh: Sebagai bagian dari bulan yang mulia, setiap perbuatan baik yang dilakukan pada Hari Asyura akan dilipatgandakan nilainya. Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak berbagai amal saleh, seperti membaca Al-Qur’an (tadarus), berdzikir, berdoa, bersedekah, menyambung tali silaturahmi, hingga membantu sesama yang membutuhkan.
4. Menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW: Melaksanakan ibadah pada Hari Asyura merupakan salah satu bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah SAW. Dengan mengikuti tuntunan dan ajaran beliau, kita tidak hanya akan mendapatkan pahala dari ibadah ritual yang kita lakukan, tetapi juga pahala karena telah berupaya menjaga kelestarian ajaran Islam.






