Abah Setu Sampaikan Permintaan Maaf Usai Video Ceramah Tuai Polemik

News47 Views

GueBerita.com – Sebuah polemik yang memicu keresahan publik di Bekasi akhirnya berujung pada langkah mediasi. Sosok yang dikenal dengan sapaan Abah Setu secara resmi menyampaikan permohonan maaf setelah video ceramahnya yang dianggap mengandung penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW viral di berbagai platform media sosial.

Permintaan maaf tersebut diucapkan oleh pria bernama Asep itu dalam sebuah pertemuan formal di Mapolres Metro Bekasi pada Kamis (10/9/2026). Proses mediasi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari organisasi kemasyarakatan setempat.

Keresahan warga sebelumnya sempat memuncak hingga memicu aksi massa. Pada Senin (7/9/2026) malam, sekelompok warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam yang berlokasi di Desa Telajung, Cikarang Barat, sebagai bentuk protes atas isi ceramah yang beredar luas di dunia maya tersebut.

“Dalam forum tersebut, Asep Setiawan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menimbulkan keberatan di tengah masyarakat. Sementara itu, informasi dan keterangan yang telah diperoleh masih dalam pendalaman oleh pihak kepolisian,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.

Dalam video yang memicu kontroversi tersebut, Abah Setu menyinggung perihal Nabi Muhammad SAW dan melontarkan pernyataan yang menyebut pengikutnya terjebak dalam syariat. Narasi inilah yang kemudian memicu reaksi keras dari berbagai pihak yang menilai isi ceramah tersebut tidak pantas.

Menanggapi situasi yang sempat memanas, pihak kepolisian mengambil langkah cepat untuk memfasilitasi dialog dan menjaga stabilitas keamanan. Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus ini. Polisi juga telah meminta keterangan dari Asep terkait asal-usul video yang beredar.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Asep mengklaim bahwa video yang viral tersebut hanyalah potongan rekaman. Ia juga melontarkan dugaan bahwa konten video tersebut telah mengalami manipulasi atau perubahan isi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan fakta di balik polemik tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh konten-konten yang belum terverifikasi kebenarannya.

Berikut adalah poin-poin utama terkait penanganan kasus ini:

  • Langkah Mediasi: Polres Metro Bekasi memfasilitasi pertemuan antara pihak terkait dan tokoh masyarakat untuk meredam potensi konflik lebih lanjut.
  • Sikap Kepolisian: Aparat kepolisian meminta masyarakat untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak berwajib.
  • Kondisi Lapangan: Situasi di lokasi kejadian, khususnya di wilayah Cikarang Barat, dilaporkan telah kembali kondusif sejak massa membubarkan diri pada Selasa (8/9/2026) dini hari.
  • Pendalaman Materi: Kepolisian berkomitmen untuk melakukan pendalaman mendalam, termasuk menelusuri klaim mengenai dugaan rekayasa video menggunakan teknologi AI.

Pihak berwenang menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah isu yang sensitif ini. Penyelidikan akan terus berlanjut dengan memantau perkembangan serta berkomunikasi dengan para pihak terkait guna memastikan penyelesaian masalah dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku.