Nenek Pembuat Bando Rajut di Jaksel Berjuang Hidup Bersama Kucing Setia

Viral2 Views

GueBerita.com – Juminten, seorang nenek berusia 61 tahun, kini mengandalkan hasil penjualan bando rajut untuk menopang kehidupannya. Kehidupan sehari-harinya ditemani oleh Bima, kucing kesayangannya.

Bando rajut hasil karyanya dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp10.000 per buah. Juminten berjualan mulai dari pagi hari hingga larut malam, tak kenal lelah demi menyambung hidup.

Sejak kepergian suaminya, kegiatan merajut bukan hanya sekadar hobi baginya. Merajut kini telah menjadi sumber penghasilan utama yang membantunya memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kesibukan dalam membuat bando rajut secara efektif membantu Juminten mengatasi rasa sepi yang mungkin dirasakannya. Kehadiran Bima, kucing kesayangannya, selalu memberikan kehangatan dan kesetiaan di rumah.

Meskipun pernah menikah lagi setelah suaminya meninggal, namun takdir berkata lain dan ia tidak dikaruniai anak. Kendati demikian, Juminten tetap memanjatkan rasa syukur atas segala yang telah diberikan kepadanya.

Sebagian dari hasil penjualannya selalu ia sisihkan dengan cermat untuk membeli makanan bagi Bima. Tak jarang pula, Juminten dengan ikhlas memberikan bando buatannya kepada anak-anak yang menunjukkan ketertarikan.

Bagi Juminten, nilai berbagi jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar kekayaan materi. Ia menemukan kepuasan batin dalam memberi.

Setiap harinya, Juminten mendirikan lapak dagangan sederhana di atas trotoar kawasan Jakarta Selatan. Ia membawa keranjang yang berisi aneka bando rajut yang telah dibuatnya dengan penuh ketelitian.

Harga yang sangat bersahabat membuat aksesori buatan Juminten dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang status ekonomi.

Merajut telah menjadi rutinitas pekerjaan yang dijalani Juminten setiap hari. Ia mendedikasikan waktunya untuk aktivitas ini.

Dengan penuh ketekunan, Juminten tekun membuat bando rajut mulai dari pagi hingga malam. Sambil merajut, ia juga menanti dan melayani para pembeli yang datang menghampiri lapaknya.