Dijadikan Cadangan di Aplikasi Kencan? Kenali Benching dan Solusinya

Lifestyle2 Views

GueBerita.com – Aplikasi kencan online telah merevolusi cara orang bertemu dan menjalin hubungan, namun kemudahan ini juga membuka pintu bagi praktik kencan yang meresahkan. Salah satunya adalah fenomena benching, di mana seseorang dianggap sebagai pilihan cadangan dalam proses pendekatan.

Kemampuan untuk berkomunikasi dengan banyak orang secara bersamaan di platform digital ini seringkali membuat seseorang tidak menjadi prioritas utama dalam komunikasi yang terjalin. Situasi digantung tanpa kejelasan ini dikenal sebagai benching.

Untuk menghindari jebakan dalam dinamika hubungan yang merugikan ini, penting untuk memahami arti, dampak, dan tanda-tanda benching. Ulasan ini merangkum informasi penting mengenai fenomena tersebut dari situs Psychology Today.

Secara harfiah, benching berasal dari kata “bench” yang berarti bangku cadangan. Dalam konteks hubungan asmara digital, benching merujuk pada situasi di mana seseorang sengaja menyimpan Anda sebagai opsi cadangan.

Orang yang melakukan benching mungkin bersikap manis dan menarik dalam percakapan di aplikasi kencan. Namun, di balik itu, mereka secara aktif mendekati dan menjalin komunikasi dengan individu lain secara bersamaan.

Fase pendekatan yang dijalani oleh korban benching seringkali memicu harapan yang tinggi. Anda mungkin merasa bahwa hubungan akan berkembang ke arah yang lebih serius. Namun, kenyataannya, Anda hanya dicari saat mereka merasa kesepian atau membutuhkan teman bicara.

Mereka mungkin menyatakan kenyamanan mereka dengan Anda, tetapi Anda bukanlah satu-satunya orang yang mereka dekati atau pertimbangkan. Ini menciptakan ketidakpastian emosional yang signifikan.

Dampak dari tren kencan digital ini tidak boleh diremehkan, karena dapat berdampak negatif pada kesehatan mental para korbannya. Hubungan yang menggantung tanpa kejelasan terbukti dapat menimbulkan luka emosional yang mendalam.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di situs Psychology Today oleh Lee mengenai tren benching dalam kencan menunjukkan bahwa sekitar 60% orang dewasa pernah menjadi korban benching. Angka ini mengindikasikan betapa lazimnya fenomena ini.

Kondisi benching seringkali dianggap lebih buruk daripada ghosting dalam sebuah hubungan. Idealnya, seseorang berharap dapat membangun hubungan yang dalam dengan calon pasangan, dengan harapan suatu saat dapat memiliki pasangan hidup dan menikah.

Ketika harapan untuk membangun masa depan bersama dihancurkan oleh ketidakpastian yang ditimbulkan oleh benching, korban cenderung membutuhkan waktu pemulihan (healing) yang jauh lebih lama untuk mengatasi luka emosional yang mereka rasakan.