Radius Pencarian Korban Kapal Virgo Transport 8 Meluas ke Tiga Wilayah

News13 Views

GueBerita.com – Memasuki hari kesepuluh operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8, tim gabungan di bawah komando Basarnas memutuskan untuk memperluas cakupan wilayah informasi hingga ke pesisir Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta sepanjang jalur perairan di Pulau Jawa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi krusial untuk mengoptimalkan jangkauan deteksi. Mengingat arus laut yang dinamis, penyebaran informasi ke wilayah yang lebih luas diharapkan dapat memfasilitasi respons cepat dari masyarakat pesisir maupun pelaku pelayaran jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Strategi tersebut diimplementasikan melalui koordinasi intensif dengan masyarakat di wilayah pesisir serta penggunaan sistem e-broadcast yang ditujukan bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut. Selain itu, maklumat pelayaran telah disebarkan secara luas, mencakup rute dari Surabaya hingga Semarang, Jawa Tengah, guna memastikan setiap pihak yang berada di jalur perairan tersebut turut serta dalam pengawasan.

“Informasi telah disebarluaskan di wilayah pesisir mulai dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat, sedangkan di Pulau Jawa penyebarluasan dilakukan dari Surabaya hingga Semarang, Jawa Tengah,” ujar I Putu Sudayana pada Selasa lalu. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa temuan di luar area operasi utama dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim gabungan secara efektif.

Mengenai perkembangan di lapangan pada hari kesepuluh, tim penyelam gabungan sebenarnya sempat mencatatkan hasil positif pada Selasa pagi dengan menemukan tiga korban meninggal dunia di titik lokasi bangkai kapal. Namun, tantangan cuaca mulai menguji ketangguhan tim di lapangan saat memasuki sore hari.

Sekitar pukul 14.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian terpantau memburuk, ditandai dengan peningkatan tinggi gelombang yang mencapai 2 hingga 2,5 meter. Situasi ini memaksa tim penyelam membatasi aktivitas mereka. Penyelaman pada sesi sore hanya dapat dilaksanakan satu kali dan hasilnya masih nihil, kendati demikian, tim SAR tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian dengan harapan kondisi cuaca akan lebih mendukung di hari berikutnya.

Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan bagian tubuh korban yang terbawa arus setelah tim penyelam berhasil membuka akses dengan memecahkan kaca di beberapa bagian kapal, pihak Basarnas memberikan penjelasan teknis. Berdasarkan pengamatan di lapangan, posisi korban berada di dalam ruangan kapal dengan kondisi arus bawah laut yang tergolong tenang.

Oleh karena itu, tim SAR meyakini bahwa korban cenderung tetap berada di dalam struktur kapal dan tidak mudah hanyut oleh arus bawah laut. Hal ini menjadi dasar optimisme tim gabungan untuk terus melakukan penyisiran secara terstruktur di dalam bangkai kapal guna menuntaskan proses evakuasi seluruh korban yang masih dalam pencarian.

Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 ini merupakan bagian dari rangkaian upaya kemanusiaan yang melibatkan berbagai instansi terkait. Sebelumnya, sejumlah korban yang berhasil ditemukan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI (Disaster Victim Identification), yang merupakan standar prosedur dalam penanganan korban kecelakaan transportasi massal untuk memastikan akurasi data korban sesuai dengan identitas aslinya.

Hingga berita ini diturunkan, seluruh tim gabungan tetap bersiaga di lokasi kejadian, memantau perkembangan cuaca, dan terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan serta masyarakat pesisir guna memastikan setiap informasi yang masuk segera mendapatkan penanganan yang presisi sesuai dengan protokol SAR nasional.