Prabowo Kritik Keras Pakar yang Dinilai Sok Pintar hingga Goblok

News31 Views

GueBerita.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap kelompok yang ia sebut sebagai pakar, yang kerap memberikan pandangan skeptis terhadap agenda strategis pemerintah, khususnya terkait upaya perbaikan gizi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam pidatonya pada perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat, 18 September 2026. Sindiran ini muncul sebagai respons atas berbagai kritik yang ditujukan kepada program pemerintah dalam menangani permasalahan gizi anak di Tanah Air.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyoroti fenomena di mana pihak-pihak yang menganggap diri mereka ahli justru dinilai kehilangan relevansi karena sikap yang terlalu kritis tanpa melihat esensi tujuan pembangunan. Prabowo bahkan melontarkan kalimat bernada keras bahwa karena saking pintarnya, para pakar tersebut justru dianggap menjadi goblok.

Visi Kesejahteraan dan Sumpah Jabatan

Di hadapan para kader PAN, Prabowo menegaskan bahwa dedikasinya untuk Indonesia bukanlah hal baru. Ia menceritakan latar belakang dirinya yang telah berkomitmen penuh untuk membela negara sejak usia 18 tahun.

“Tentunya kita semua ingin Indonesia itu adil dan makmur semua. Kita ingin rakyat kita sejahtera, saya dari kecil saya disumpah, saya siap waktu itu 18 tahun saya siap mati untuk negara ini,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Presiden menekankan bahwa motivasi utamanya memimpin bangsa adalah untuk mewujudkan Indonesia yang terhormat, di mana tidak ada lagi rakyat yang mengalami kelaparan. Ia membayangkan sebuah kondisi di mana setiap orang tua tidak perlu merasa cemas atau bingung ketika anak mereka jatuh sakit karena akses dan kesejahteraan yang terjamin.

Prioritas Utama: Kualitas Gizi Anak Bangsa

Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Prabowo adalah target penghapusan masalah stunting di Indonesia. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) masa depan sangat bergantung pada asupan gizi yang diterima anak-anak saat ini.

Prabowo menginginkan anak-anak Indonesia tumbuh dengan fisik yang kuat, memiliki otot dan tulang yang kokoh, serta kapasitas otak yang optimal. Hal ini dipandang sebagai syarat mutlak agar generasi muda Indonesia mampu bersaing secara kompetitif dengan bangsa-bangsa lain di kancah global.

Ia menegaskan bahwa visi tersebut adalah bagian dari sumpah yang ia pegang teguh demi kesejahteraan bangsa. Oleh karena itu, ia merasa perlu memberikan tanggapan tegas terhadap pihak-pihak yang terus-menerus mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait pemenuhan gizi anak.

Kritik terhadap Pola Pikir Pakar

Sentilan Prabowo terhadap para pakar ini menjadi sorotan dalam acara tersebut. Presiden seolah ingin menegaskan bahwa di balik perdebatan teknis atau akademis yang sering dilontarkan oleh para pengamat, terdapat urgensi kemanusiaan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.

Bagi Prabowo, perdebatan yang bersifat menghambat program-program krusial seperti perbaikan gizi sering kali tidak sejalan dengan realitas kebutuhan masyarakat di lapangan. Ia berharap para pihak yang merasa memiliki keahlian di bidangnya dapat memberikan kontribusi yang lebih konstruktif daripada sekadar melontarkan kritik yang dianggapnya tidak berdasar pada kepentingan nasional.

Acara HUT ke-28 PAN tersebut tidak hanya diisi dengan pidato kenegaraan, namun juga momen keakraban antar tokoh politik. Selain kehadiran Presiden, suasana santai sempat tercipta ketika Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, melontarkan candaan terkait dinamika politik nasional, termasuk menyinggung perihal wacana pencalonan presiden di masa depan yang melibatkan beberapa tokoh partai politik lainnya.