Pemulihan SMPN 16 Medan Pasca Banjir: Tinjauan Dampak dan Progresnya

News48 Views

GueBerita.com – Wajah baru SMP Negeri 16 Medan kini memberikan napas lega bagi para pendidik dan peserta didik setelah sempat terpuruk akibat bencana banjir yang melanda pada September 2025 lalu. Sekolah yang sebelumnya porak-poranda akibat terjangan air tersebut kini telah selesai direvitalisasi dan kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memastikan bahwa seluruh aktivitas di sekolah tersebut telah kembali dilakukan melalui sistem tatap muka. Kepastian ini menjadi kabar baik bagi siswa dan guru yang sebelumnya harus beradaptasi dengan metode pembelajaran daring akibat rusaknya fasilitas sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa proses Pemulihan infrastruktur pendidikan ini telah mencapai titik tuntas pada Agustus 2026. Dengan selesainya proyek revitalisasi ini, seluruh kendala teknis yang menghambat proses belajar di ruang kelas telah teratasi sepenuhnya.

“Pembangunan revitalisasi sekolah yang terdampak banjir ini selesai pada waktunya, bulan Agustus. Sehingga semua kegiatan pembelajaran sekarang sudah berlangsung 100 persen, tidak perlu ada lagi yang melalui pembelajaran daring,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu, 16 September 2026.

Lebih lanjut, Mu’ti menekankan bahwa fokus pemerintah dalam revitalisasi ini tidak sekadar memperbaiki fisik bangunan. Keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar menjadi prioritas utama agar tenaga pengajar serta siswa dapat kembali berfokus pada kegiatan akademik tanpa harus dihantui rasa khawatir akan ancaman bencana serupa di masa depan.

Kepala UPT SMP Negeri 16 Medan, Taripar Rudi Sihaloho, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek rehabilitasi sekolah ini telah dimulai sejak April 2026. Salah satu perubahan paling signifikan dalam proses pembangunan kali ini adalah peninggian elevasi area sekolah.

Langkah strategis ini diambil sebagai mitigasi bencana agar area sekolah tidak lagi menjadi titik langganan banjir saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah Medan. Pihak sekolah melakukan penimbunan tanah secara menyeluruh untuk memastikan struktur bangunan berada pada level yang lebih aman.

“Revitalisasi dimulai dari bulan April 2026 dan pada bulan Agustus 2026 kemarin sudah selesai. Sebelumnya area sekolah ini rendah, sehingga dilakukan penimbunan dan ditinggikan supaya ke depan kalau ada hujan lebat tidak terkena banjir lagi,” jelas Taripar.

Kenangan akan peristiwa banjir pada September 2025 masih membekas kuat di ingatan para guru. Patar Saputra Sihombing, seorang guru PKN di SMP Negeri 16 Medan, mengenang betapa beratnya situasi saat itu ketika ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di lingkungan sekolah.

Kala itu, banyak fasilitas sekolah dan aset penting yang terendam air karena kejadian berlangsung saat hari libur, sehingga evakuasi barang-barang tidak dapat dilakukan secara maksimal. Kerusakan yang ditimbulkan cukup masif, memaksa pihak sekolah untuk melakukan pembenahan besar-besaran.

Kini, dengan kondisi bangunan yang telah ditinggikan dan fasilitas yang telah dipulihkan, suasana di SMP Negeri 16 Medan tampak jauh lebih kondusif. Rasa aman yang terbangun setelah revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kembali motivasi belajar siswa serta mendukung efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut untuk jangka panjang.