Summoning the Unknown Debut di Korea Selatan Usai Raih Grand Prize Jepang

GueBerita.com – Koreografer sekaligus penari butoh, Yang Jong-ye, menghadirkan pementasan tunggal bertajuk Summoning the Unknown X di hadapan publik Korea Selatan untuk kali pertama melalui gelaran 23rd Korea World Dance Stars Festival, mengutip laporan The Korea Herald pada 30 Juli 2026.

Karya tersebut sempat menyabet penghargaan tertinggi di ajang SAI Dance Festival 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Pertunjukan ini membawa narasi tentang pencarian identitas diri dengan cara menyelami perasaan serta bagian dari diri yang selama ini terpendam atau luput dari perhatian.

Menjelang penampilannya di Seoul pada akhir pekan ini, Yang telah lebih dulu mementaskan karya tersebut di Eumseong Culture & Arts Center, Provinsi Chungcheong Utara, pada hari Rabu.

Pada pementasan Summoning the Unknown X, Yang memutuskan untuk melumuri tubuhnya dengan cat hitam, sebuah langkah yang menyimpang dari pakem butoh konvensional yang identik dengan cat tubuh berwarna putih.

Bagi Yang, simbol “X” pada judul karyanya merepresentasikan esensi diri yang paling hakiki, mencakup memori dan emosi yang selama ini disembunyikan, untuk kemudian diwujudkan lewat gerak tubuh demi mencapai keselarasan.

Pertunjukan tunggal ini turut merangkum esensi dari proyek The Rite of Spring yang bermula sebagai film tari pada tahun 2020, kemudian bertransformasi menjadi pementasan panggung yang melibatkan tujuh penari perempuan sebelum akhirnya diubah menjadi format solo.

Yang, yang mencatatkan sejarah sebagai penari internasional pertama di grup butoh asal Jepang, Dairakudakan, pada 2009, mengungkapkan bahwa butoh tidak sekadar tentang kemahiran teknis gerak, melainkan tentang upaya menggali kembali kapasitas tubuh sebagai sarana berkespresi. (*)