Perkuat Program Kampung Bersinar, Pemkot Mojokerto Intensifkan Pencegahan Narkoba

News7 Views

Pemerintah Kota Mojokerto intensifkan perlindungan warga dari ancaman narkotika melalui penguatan program Kampung Bersinar di seluruh wilayah kelurahan.

Pemerintah Kota Mojokerto secara konsisten menjalankan langkah strategis guna menekan angka penyalahgunaan narkotika. Upaya ini difokuskan pada penguatan edukasi yang menjangkau masyarakat hingga ke lapisan akar rumput di tingkat kelurahan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, secara tegas mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dikarenakan modus operandi peredaran narkoba saat ini telah berkembang menjadi lebih variatif dan mengkhawatirkan karena mulai menyasar kelompok usia anak-anak hingga remaja.

Strategi pencegahan tersebut diimplementasikan melalui program unggulan bernama Kampung Bersinar atau Bersih Narkoba. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Mojokerto menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh sosok yang akrab disapa Ning Ita saat menghadiri kegiatan Korve Indonesia Asri. Acara ini juga diintegrasikan dengan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang berlangsung di Taman Suromulang, Kelurahan Surodinawan, pada Jumat (24/7).

Agenda kegiatan pagi itu dimulai dengan aksi bersepeda bersama atau Bike to Work yang bertolak dari Rumah Rakyat menuju lokasi acara. Setelah tiba di Taman Suromulang, Ning Ita yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Cak Sandi, beserta Kepala BNN Kota Mojokerto AKBP Damar Bastiar, langsung berbaur dengan jajaran Pemerintah Kota dan masyarakat untuk melaksanakan kerja bakti.

Kegiatan bersih-bersih lingkungan ini menjadi simbol kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari pengaruh negatif. Di sela-sela kegiatan tersebut, Ning Ita memberikan pemaparan mendalam mengenai urgensi kewaspadaan orang tua terhadap pergeseran modus narkoba.

Menurut Ning Ita, tantangan di lapangan saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Jika dahulu narkotika lebih dikenal dalam bentuk konvensional seperti sabu, ganja, atau ekstasi, kini zat berbahaya tersebut sering kali disamarkan dengan bentuk yang lebih sulit terdeteksi.

“Saat ini bentuk narkoba terus berkembang. Ada yang dicampurkan ke cairan vape hingga permen yang menyasar anak-anak,” ungkap Ning Ita dalam keterangannya.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab utama dalam melindungi generasi muda berada di tangan keluarga. Masyarakat diharapkan untuk menjadi garda terdepan dalam membentengi lingkungan rumah dari paparan narkoba.

Selain itu, masyarakat diminta agar tidak ragu untuk segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan tempat tinggalnya. Langkah proaktif warga dinilai sangat krusial dalam mendukung efektivitas penegakan hukum dan pencegahan.

Lebih lanjut, Ning Ita menjelaskan bahwa sosialisasi P4GN yang dilakukan bersama BNN Kota Mojokerto merupakan implementasi nyata dari program Kampung Bersinar. Program ini dijalankan secara bergiliran di seluruh kelurahan yang ada di Kota Mojokerto.

Beberapa poin penting dari sinergi ini meliputi:

  • Penguatan edukasi mengenai bahaya laten narkoba kepada warga.
  • Peningkatan pengawasan di tingkat lingkungan terkecil.
  • Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan BNN.
  • Pelaksanaan regulasi pencegahan penyalahgunaan narkotika secara sistematis.

Program Kampung Bersinar ini menjadi wujud nyata dari kepatuhan pemerintah daerah terhadap berbagai regulasi yang berlaku. Amanat tersebut mewajibkan pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya preventif dan pemberantasan melalui kerja sama lintas instansi guna menciptakan lingkungan yang aman dan bersih dari narkotika bagi seluruh warga Kota Mojokerto.